Manusia biasa tak akan mampu memegang
angan-angan komunis. Paham komunis itu terlalu suci, dari wikipedia
daku dapatkan data sebagai ini :
Kondisi kaum proletar sangat menyedihkan karena dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah minimum, sementara hasil pekerjaan mereka hanya dinikmati oleh kaum kapitalis.Banyak kaum proletar yang harus hidup di daerah pinggiran dan kumuh.Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena adanya "kepemilikan pribadi" dan penguasaan kekayaan yang didominasi orang-orang kaya.Untuk menyejahterakan kaum proletar, Marx berpendapat bahwa paham kapitalisme diganti dengan paham komunisme.Bila kondisi ini terus dibiarkan, menurut Marx, kaum proletar akan memberontak dan menuntut keadilan.Inilah dasar dari marxisme.
Secara kasat mata bukankah itu adalah bentuk lain dari “sedekah dan infak” di dalam islam ? Bentuk lain dari apa yang telah diajarkan Alloh dan Rasul-Nya sebagai kita temui dalam kitab-kitab sirah. Masih ingat ketika para Muhajirin datang ke Madinah.
Lihatlah di dalam Qur'an brother (Al Hasyr : 9 )
وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٩﴾ (9)
Dan
orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman
(Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor)
'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan
mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap
apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka
mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri,
sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari
kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.
Mari daku kutipkan apa yang ditulis oleh Mbah pram, padahal dia juga seorang komunis, tapi dia menulis tentang komunis yang dianutnya juga sebagai ini :
Mari daku kutipkan apa yang ditulis oleh Mbah pram, padahal dia juga seorang komunis, tapi dia menulis tentang komunis yang dianutnya juga sebagai ini :
“Manusia
biasa tak akan kuat memegang angan-angan komunis. Manusia biasa
tercipta terbekali dengan angan-angan egoisme yang tinggi yaitu
angan-angan untuk mementingkan diri sendiri saja. Manusia akan selalu
bergelut dengan sesamanya buat merebut kesenangan dan penghidupan.
Saling membinasakan dan saling menghirup darahnya yang lain. Nah
paham komunis itu tercipta juga karena egoisme manusia itu juga.
Komunis dijadikan alat untuk merampok, demi kesenangannya sendiri.
Jika kau bingung mari daku terangkan soal ini :
Kepunyaanku adalah kepunyaanmu, kepunyaan kau adalah kepunyaanku juga, ini boleh...bahkan boleh sekali tapi ini diakatakan oleh dia yang tak mempunyai apa-apa, bukan mereka yang punya harta juga kesenangan yang berkata begitu. Aku bekerja buat kau, kau bekerja buatku, ini boleh juga. Tapi yang berkata begitu adalah dia yang tenaga-nya *pekrok , yang tak mau bekerja sedang yang lain mengangkat pacul. Yang mengangkat pacul akan berkata begitu pada yang diatasnya lagi yaitu terhadap mereka yang mempunyai sawah berbahu-bahu. Ini semua sudah dasar, sudah mustinya watak manusia, hingga akhirnya orang-orang komunis semua cuma terdiri dari orang-orang yang miskin yang kepengen sama-sama senangnya dengan yang kaya, orang-orang yang malas, tidak mampu bekerja tapi ingin dapat bagian harta dan makanan.
Kepunyaanku adalah kepunyaanmu, kepunyaan kau adalah kepunyaanku juga, ini boleh...bahkan boleh sekali tapi ini diakatakan oleh dia yang tak mempunyai apa-apa, bukan mereka yang punya harta juga kesenangan yang berkata begitu. Aku bekerja buat kau, kau bekerja buatku, ini boleh juga. Tapi yang berkata begitu adalah dia yang tenaga-nya *pekrok , yang tak mau bekerja sedang yang lain mengangkat pacul. Yang mengangkat pacul akan berkata begitu pada yang diatasnya lagi yaitu terhadap mereka yang mempunyai sawah berbahu-bahu. Ini semua sudah dasar, sudah mustinya watak manusia, hingga akhirnya orang-orang komunis semua cuma terdiri dari orang-orang yang miskin yang kepengen sama-sama senangnya dengan yang kaya, orang-orang yang malas, tidak mampu bekerja tapi ingin dapat bagian harta dan makanan.
Pada
akhirnya dengan paham komunis itu para penganutnya merasa sah-sah
saja untuk merampok harta orang lain, katanya buat dibagi-bagikan
pada yang miskin, tidak tahunya nanti kalau umpama merampok berhasil
mereka akan saling bunuh antara kawannya sendiri karena yang satu
ingin kangkangi yang lain agar dapat bagian yang lebih.”
Hasilnya memang nyata, bukankah Lenin membawa kekejaman, kekejian, bukankah di negri ini juga sama... bukankah mereka semua perampok.
Jadi apakah salah brother.... bukankah manusia biasa itu tak akan mampu memegang angan-angan komunis. Egoisme manusia itu sungguhlah jahat.
Itu hanya soal komunis yang di awal tadi sudah kita sepakati bahwa dia hanyalah bentuk lain yang meniru salah satu ajaran islam ? Ah... tidak … aku tidak berani lagi menuliskan tentang ini... Ya Rahman … ampunilah aku …. jangan Kau hukum aku lantaran ketidakmampuanku.
Walau begitu sejarah mengajarkan bahwa ada kaum yang tidak biasa yang mampu mengamalkan Islam sebenar-benarnya. Yaitu sebagai dalam Al Hasyr di muka. Mereka menjadi manusia yang tidak biasa... mereka mampu membunuh kejahatan egoisme-nya sendiri untuk kesejahteraan sodaranya. Hanya demi keridho-an RabbNya. Sekali – kali mereka tak akan bisa seperti itu jika bukan karena Rahmat dan karunia dari Alloh semata-mata.
Bayangkan saat Muhajirin sampai di Madinah … mereka menayakan pada sodaranya … wahai sodara aku punya kebun sekian hektar, ambilah separonya untukmu. Wahai sodaraku … aku punya istri sekian..pilihlah mana yang kau sukai nanti akan saya cerai-kan dan nikahilah.
Manusia mana yang bisa begini , ini manusia yang tidak biasa … !!!!
Juga dalam setiap peperangan itu tercatat ada tiga orang yang sekarat sangat membutuhkan air ...tatkala air hanya tinggal segelas, ditawarkan pada masing-masing ...setiap diri mereka berkata.... “Berikan pada sodaraku , dia jauh lebih membutuhkan”. Sementara air terus berputar-putar saja sampai mereka mati kesemuanya.
Hanya mereka yang layak dan pantas di contoh..... Tak perlu diperdebatkan brother.
GSI Blok B. 5, No. 10
Serdang, Serang, Banten
Jum'at 17 Februari 2012
Sihmanto
Hasilnya memang nyata, bukankah Lenin membawa kekejaman, kekejian, bukankah di negri ini juga sama... bukankah mereka semua perampok.
Jadi apakah salah brother.... bukankah manusia biasa itu tak akan mampu memegang angan-angan komunis. Egoisme manusia itu sungguhlah jahat.
Itu hanya soal komunis yang di awal tadi sudah kita sepakati bahwa dia hanyalah bentuk lain yang meniru salah satu ajaran islam ? Ah... tidak … aku tidak berani lagi menuliskan tentang ini... Ya Rahman … ampunilah aku …. jangan Kau hukum aku lantaran ketidakmampuanku.
Walau begitu sejarah mengajarkan bahwa ada kaum yang tidak biasa yang mampu mengamalkan Islam sebenar-benarnya. Yaitu sebagai dalam Al Hasyr di muka. Mereka menjadi manusia yang tidak biasa... mereka mampu membunuh kejahatan egoisme-nya sendiri untuk kesejahteraan sodaranya. Hanya demi keridho-an RabbNya. Sekali – kali mereka tak akan bisa seperti itu jika bukan karena Rahmat dan karunia dari Alloh semata-mata.
Bayangkan saat Muhajirin sampai di Madinah … mereka menayakan pada sodaranya … wahai sodara aku punya kebun sekian hektar, ambilah separonya untukmu. Wahai sodaraku … aku punya istri sekian..pilihlah mana yang kau sukai nanti akan saya cerai-kan dan nikahilah.
Manusia mana yang bisa begini , ini manusia yang tidak biasa … !!!!
Juga dalam setiap peperangan itu tercatat ada tiga orang yang sekarat sangat membutuhkan air ...tatkala air hanya tinggal segelas, ditawarkan pada masing-masing ...setiap diri mereka berkata.... “Berikan pada sodaraku , dia jauh lebih membutuhkan”. Sementara air terus berputar-putar saja sampai mereka mati kesemuanya.
Hanya mereka yang layak dan pantas di contoh..... Tak perlu diperdebatkan brother.
GSI Blok B. 5, No. 10
Serdang, Serang, Banten
Jum'at 17 Februari 2012
Sihmanto

0 komentar:
Poskan Komentar